Sifat Abrar yang Berubah-Ubah

1131 Words

Terkadang sifatmu seperti bunglon, selalu berubah-ubah ❄❄❄ Alayya tersenyum melihat sticky note berwarna biru yang baru saja di tempelkannya di mading. Ini untuk pertama kalinya Alayya menempelkan sticky note disana setelah ia berpacaran dengan Abrar. Bukannya Alayya tidak ingin, hanya saja Abrar selalu menjemputnya setiap pagi. Namun tidak untuk hari ini. Abrar mengatakan bahwa ia tidak bisa menjeput Alayya untuk hari ini karena ada sesuatu. Entah apa yang dimaksud dengan sesuatu itu, Alayya juga tidak ingin tahu. Alayya duduk di bangku taman. Matanya terpejam menikmati alunan musik melalui earphone yang menyumbat kedua telinganya. Namun tak berapa lama Alayya terkejut karena seseorang mencubit pipinya. Alayya pun membuka matanya. Ternyata itu Yuda. Yuda ikut duduk di samping Alay

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD