Pukul 8 malam Dara sampai, ia turun dari taxi, membayar ongkos dan menghampiri gerbang rumah besar yang dulu bagai penjara baginya. Ia sudah sampai di kota. Tepatnya di rumah Kenan. Penampilan Dara sudah sangat berantakan, ia belum mandi, rambutnya tak disisir, dan ia sangat lelah menempuh perjalanan menggunakan kereta. Dilihatnya mobil Ken belum terparkir, itu tandanya Ken belum pulang dari kantor. Tampak Supri yang seperti biasa duduk di pos satpam. "Pak Supri." Panggil Dara dari luar gerbang. Supri yang saat itu sedang meneguk kopinya langsung tersedak, bagaimana tidak? Ia melihat nonanya. "Non Dara!" Kejutnya. Ia bahkan sampai mengucek matanya untuk lebih memastikan. "Iya saya Dara pak." Ujar Dara. "Non pulang?" Tanya Supri. "Saya memilih memulai dari awal dengan Ken pak."

