Hari-hari berlalu sejak kematian Risa, namun Sam dan para gadis masih belum bisa menyembunyikan kesedihannya. Sam masih sering menangis di kamarnya, dan para gadis masih sering melamun. Sampai akhirnya hari yang membahagiakan tiba, hari ulang tahun Sam yang ke 21. “Benarkah besok kau akan berulang tahun, Sam? Setidaknya ada hal yang membahagiakan.” Seru Corry sedikit bersemangat. Sam mengangguk lemah, lalu menghembuskan napas panjangnya. “Baiklah, sudah cukup bersedihnya.” Sam tersenyum tipis. “Besok aku akan berulang tahun ke 21. Bukankah 21 tahun adalah umur menuju dewasa? Aku bukan gadis kecil lagi. Hahaha.” Sam pun tertawa senang memikirkannya. Namun seketika bayangan Damian yang menyebabkan Risa meninggal membuat mata Sam berkaca-kaca lagi. Nemya mengernyit melihat perubahan eks

