CEO - 27

819 Words

Tidak ada yang salah dengan rasa cinta, yang lambat laun menyelimuti sunyinya hati. Namun, Mita menyalahkan hatinya yang rapuh, dan mudah terperdaya dengan bujuk rayu Eka. Kiranya, ia mulai bisa sembuh dan percaya akan perasaan kurang ajar itu. Nyatanya, teramat sakit jika terkhianati. Ia sudah hampir lupa bagaimana cinta mengantarkannya menjadi bahan bully di sekolah. Ia pun tak lupa seutuhnya bagaimana cinta merenggut ibunya dari sisi sang Ayah. Atas nama cinta pula, ia terperosok tanpa daya. Percaya begitu saja, bahwa Eka mampu menghadirkan arti yang berbeda, tulus, dan tak menyakiti. Nyatanya ... semua palsu. Mita meremas kuat sarung bantal yang ada di kamarnya. Tangis tak ia hadirkan. Raungan tak ia teriakkan. Rupanya, Mita lupa cara menangisi nasibnya. Terlalu lama ia menumpahkan t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD