CEO - 29

1246 Words

"Beb, bukain. Beb ... nyamuknya gigitin gue." Mita menulikan telinganya. Bahkan ia sudah masuk kamar dan membungkus tubuhnya dengan selimut. Peduli setan dengan Eka yang merengek di depan pintu. Hari sudah larut. Lampu teras sengaja Mita matikan. Jelas saja gelap mendominasi, hingga Eka digerayangi nyamuk betina yang kelaparan. "Mas, enek opo?" Penjual nasi goreng keliling menghentikan gerobak. Dipandanginya Eka yang menempelkan tubuh di pintu. Meski remang, Abang penjual masih awas melihat sesosok makhluk mengenaskan yang terisak-isak. Eka menoleh. Laki-laki yang baru diputusin itu langsung menghambur ke arah gerobak. Ralat, Eka berbelok sejenak untuk memeluk abang penjual nasgor dengan perasaan lega. "Mas, bantuin saya," rengeknya. "Lah, kenapa, Mas?" Penjual tersebut malah garuk-

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD