Aroma sabun mandi Cinzui menguar dari tubuh Eka. Laki-laki itu mengusap rambut basah sambil berjalan ke arah kamar. Melihat ada pacar Ryan yang rupanya datang membawa rantang, mau tak mau ia menyapa lebih dulu. "Udah lama?" Heni menggeleng. "Enggak kok. Baru aja. Ini, disuruh Ibu nganter nasi. Ada selametan di rumah." Eka lantas pamit dan membiarkan gadis yang dipacari Ryan dan berencana akan menikah akhir tahun itu memindahkan isi rantang ke atas piring-piring. Begitu masuk kamar, Eka menatap jambang yang rupanya nakal minta keluar. Dibersihkan sejenak, agar ia semakin percaya diri menghadapi kenyataan dan beban hidup. Sudah beberapa hari ia tak menghubungi Mita. Sengaja, karena ia takut Mita malah terganggu. Setahunya, kekasihnya tengah menyiapkan ujian proposal. Lagi pula, besok or

