PART 22

1133 Words

... Belia dan Dinda saling bertatapan lalu menundukkan wajah. Levia berjalan ke arah keduanya, Nizar pun mengekor di belakangnya. " Jadi kalian merencanakan ini semua?" - Tanya Levia dengan nada tinggi " Adek, ayoo jawab. apa kalian merencanakan ini kepada kakak dan Levia?" - ucap Nizar Belia mendongak menatap wajah Nizar dan Levia secara bergantian. " Ma... Ma-af kak.." - Raut wajah Belia kini benar benar ketakutan. Pasalnya ini adalah rencana nya, dan melihat Dinda yang masih menunduk membuat Belia merasa semakin bersalah. " Kak Nizar , Kak Levia. maaf ini salah Ibel, karena yang merencanakan ini semua Ibel, bukan Dinda. Dinda hanya ikut - ikutan saja kak.." Nizar menghembuskan nafas kasar, Levia pun kini hanya mampu menggaruk pelipis mata nya yang tak gatal, melihat sikap ke

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD