... Belia dan Dinda saling bertatapan lalu menundukkan wajah. Levia berjalan ke arah keduanya, Nizar pun mengekor di belakangnya. " Jadi kalian merencanakan ini semua?" - Tanya Levia dengan nada tinggi " Adek, ayoo jawab. apa kalian merencanakan ini kepada kakak dan Levia?" - ucap Nizar Belia mendongak menatap wajah Nizar dan Levia secara bergantian. " Ma... Ma-af kak.." - Raut wajah Belia kini benar benar ketakutan. Pasalnya ini adalah rencana nya, dan melihat Dinda yang masih menunduk membuat Belia merasa semakin bersalah. " Kak Nizar , Kak Levia. maaf ini salah Ibel, karena yang merencanakan ini semua Ibel, bukan Dinda. Dinda hanya ikut - ikutan saja kak.." Nizar menghembuskan nafas kasar, Levia pun kini hanya mampu menggaruk pelipis mata nya yang tak gatal, melihat sikap ke

