•• CEKLEK!!! SUARA PINTU TERBUKA. " Pa..?" - Nizar mengedarkan pandangan ke wanita yang ada di hadapan Papa nya itu. " Nizar, Papa minta kamu keluar!" " Nggak Pa, Nizar harus bicara dengannya." " Nizar!" " Pa! Ku mohon, biarkan aku menyelesaikan ini sendiri.!" Setiawan menarik nafas dalam lalu menghembuskannya kasar. " Duduk!" - titah Setiawan kepada anaknya. Nizar melangkah mendekat, dan duduk di sebelah Papanya. Ia menatap ke arah wanita itu, wanita yang pernah sangat Ia cintai, dan menjadikannya cinta matinya. Namun disaat dirinya sudah terikat oleh ikatan pertunangan, Wanita itu pergi saja seperti di telan bumi. Nizar menatapnya tajam. " where have you been?! ( dari mana saja kamu)" " Nizar, maafkan aku atas semua kesalahan ku, aku tahu aku sangat bersalah karna

