Noah langsung mengejar Eva. Bahkan sampai wanita itu sudah sampai ke kamarnya. Noah hanya bisa berhenti di depan pintu. Sebab Eva sudah menutup dan mengunci pintunya dari dalam. Noah sudah hendak mengetuk pintu. Tapi ternyata ia mengurungkan niat. Tidak, Noah tidak akan berusaha bicara pada Eva sekarang. Karena itu akan percuma. Eva pasti akan menolak bicara padanya. Butuh waktu untuk wanita itu mau menjelaskan. Noah menurunkan tangannya. "Eva, aku nggak tahu kenapa kamu nangis." Noah jelas berbohong. Karena ia sebenarnya tahu kenapa Eva menangis seperti itu. "Aku tahu kamu butuh waktu untuk sendiri. Have your time. Aku nggak akan ganggu kamu untuk sekarang. Kalau kamu sudah merasa lebih baik, dan merasa sudah siap. Aku akan pasang badan dan telinga di mana pun dan kapan pun, untuk mend
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


