Bagian 33

1260 Words

Malam pertama keduanya di ibu kota. Kamar hotel keduanya berada di lantai 15. Memungkinkan mereka untuk menatap indahnya kota metropolitan di malam hari, penuh dengan gemerlap lampu dari deretan gedung - gedung pencakar langit. Jalanan kota yang tak sepi dari kendaraan, sampai terjadi macet di sana - sini. Angin berhembus kencang di balkon ini. Namun hal itu tidak mempengaruhi keduanya. Mereka tetap bertahan di sana meski hari tlah larut. Meski badan mereka pun telah lelah karena aktifitas seharian ini. Mereka tak ingin melewatkan momen. Tak setiap hari keduanya bisa merasakan hal seperti ini. "Udah malem, tauk. Besok kamu kan harus audisi lagi buat babak eliminasi. Ayo buruan istirahat!" Karena memang sudah terlalu larut, Adam akhirnya memberikan peringatan pada Eve. Ia tidak ingin Eve

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD