POV Dewi. Wildan tak mengangkat panggilan teleponku. Ini sangat jarang terjadi, biasanya Wildan akan meneleponku kembali atau mengirimkan sebuah pesan. Hatiku tidak tenang dan berharap tak ada hal buruk yang terjadi pada Wildan. "Semoga saja Wildan tidak kenapa-kenapa!" Beberapa waktu ini hubunganku sedikit merenggang dengannya. Aku tidak yakin awal mula hubungan kami yang berubah. Padahal sebelumnya aku mengira kami sudah mulai dekat. "Aku kira, aku masih punya harapan untuk bisa bersama dengannya!" Mengingat segala sentuhan dan juga ciuman yang Wildan berikan untukku. Membuat aku menyangka Wildan juga mencintaiku. Aku bahkan senang bukan main saat Kiki datang ke kantorku. "Semoga, Kiki juga akan menerima Wildan kelak." Walau aku belum pernah cerita apapun tentang Wildan pada

