1. Emira : The Ex

483 Words
“Benarkah itu Em? Apa yang dikatakan mama itu benar? Jawab!” Daniel membentak Emira, perempuan super cantik yang sebentar lagi akan dia nikahi. Mereka menjalin hubungan dari setahun lalu. Emira yang sedari tadi menunduk, menegakkan wajah, ganti menatap tajam Daniel. Wajah lelaki tampan di depannya ini tampak memerah, menahan emosi. Auranya menggelap. Baru kali ini dia melihat sosok Daniel seperti ini. Emira mengambil nafas panjang, diedarkannya pandangan ke sekeliling. Ada papa mamanya, ada Tanu dan Rani, papa mama Daniel, calon mertuanya. “Iya Dan, apa yang dikatakan Tante Rani benar adanya. Aku tidak akan berbohong padamu, aku menjalin hubungan dengan lelaki lain.” Jawab Emira pelan. “Brengseeekkk lu, Em! Kalau lu laki pasti udah gue hajar habis-habisan sampai babak belur. Siapa lelaki itu?” Daniel berdiri, hendak mendekati Emira, siap untuk menghajar gadis cantik itu, yang sudah tampak pasrah. Beruntung papanya segera menarik tubuh Daniel, hingga jatuh terjerembab kembali ke duduk di sofa. “Duduk!” Tegas Tanu. Walau wajahnya sudah memerah menahan emosi tapi masih bisa berpikir dingin. “Maaf Pak Donny, kalau begitu pernikahan antara Daniel dan Emira batal. Emira sudah jujur mengakui dia selingkuh, padahal sudah terikat pertunangan dengan Daniel. Untuk pengikat yang sudah kami berikan, anggap saja itu adalah hadiah dari kami. Mereka resmi tidak berhubungan lagi. Kami permisi.” Tanu berpamitan dan berjalan dengan tubuh tegap. Daniel masih terdiam di sofa, memandang dingin, sedih dan kecewa pada Emira. Dia masih tidak percaya, sungguh tega Emira mengkhianatinya. Apa kurangnya dia? Dia merasa sudah memberikan semua pada Emira. Cinta, sayang, hadiah. Sayangnya Daniel lupa ada satu hal yang tidak dia berikan pada Emira. Waktu dan perhatian untuk Emira. Dia terlalu asyik pada pekerjaannya. Gila kerja! “Daniel! Pulang! Dinginkan kepala dan hatimu, kalau sudah tenang, kalian bisa bertemu lagi dan bicara baik-baik.” Tanu, pemilik berbagai bidang usaha yang sudah menggurita di mana-mana, mengingatkan Daniel untuk segera pulang.  “Kita akan bicara lagi nanti Em. Aku menuntut penjelasan kenapa kamu tega melakukan ini padaku, pada cinta kita.” Wajah Daniel berubah sendu saat berkata ini. Sungguh dia berharap, Emira adalah calon bidadarinya, menjadi orang pertama yang dia lihat saat bangun di pagi hari dan menjadi orang terakhir yang dia sebelum dia tidur, beristirahat di malam hari. Menjadi ibu dari anak-anaknya. Sekarang, dia harus mengubur dalam-dalam semua mimpinya itu. Emira mengangguk, berusaha tersenyum walau samar. Beberapa hari lalu, Rani Tedjasukmana, calon ibu mertuanya, memergoki dia ada di sebuah hotel berbintang sedang berjalan dengan mesranya bersama seorang lelaki lain. Berpelukan. Ya, dia memang menjalin hubungan dengan lelaki lain walau dia sebentar lagi akan menikah dengan Daniel. Kenapa dia melakukan itu? Karena dia putus asa. Daniel mengacuhkannya. Daniel terlalu sibuk pada pekerjaannya. Hingga menjadi abai padanya. Lelaki yang dia selingkuhi bukanlah CEO atau direktur atau anak pemilik berbagai usaha yang menggurita seperti Daniel. Dia seorang lelaki biasa, tapi mampu memberikan apa yang Emira butuhkan. Cinta, kasih sayang dan perhatian. Terdengar klise memang, tapi itulah yang terjadi. Suatu saat dia akan bercerita terus terang pada Daniel dan akan meminta maaf akan hal ini.            
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD