Biang Rusuh

1358 Words

                      Anna tengah termenung disamping tubuh Ale yang sedang terlelap, ia mengelus rambut Ale tanpa henti. "Gak bisa dibiarin. Besok gue harus buru buru ngungsi kerumah Dipta." monolognya dengan tatapan tajam seakan menghunus bayangan Dipta yang muncul disampingnya. "Enak aja tu dugong atu, udah seenak jidat maksa maksa ngajak nikah, giliran udah gue terima mau berpaling? Heh, gaakan gue biarin. Liat besok ya," Anna menyunggingkan senyum sinis. Dirinya bukan perempuan berhati malaikat bak Cinderella, Anna adalah Anna. Gadis humoris periang dan menyenangkan, tapi jangan harap jika ia merasa terusik maka orang yang mengusik akan merasa tenang. "Oke, puas puasin dulu aja malem ini buat nostalgia, besok besok gue tendang dari rumah Dipta," gerutu Anna gemas sendiri. Mat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD