Saranghaeyo

1411 Words

                       Dipta menatap lembut Ale yang tengah mengaduk aduk makan malamnya, ia berhasil membujuk Ale keluar kamar dengan iming iming akan mengajaknya kerumah Eyang putri dan Eyang Kakungnya di Bandung, tentu saja Ale setuju, karena sudah satu tahun lebih Ale tak mengunjungi kediaman Eyangnya itu. Ale hanya menunduk, tak berani menatap Dipta, karena ia masih takut akan kejadian tadi sore. "Dimakan sayang, jangan cuma diaduk." tegur Dipta dengan tetap mempertahankan suara halusnya agar tidak semakin membuat Ale takut. Ale diam tak merespon Dipta sama sekali, tapi ia menurut dengan menyuapkan sesuap sup itu kemulutnya. Dipta menghela nafas panjang, akan terasa sulit membujuk Ale jika seperti ini caranya, "Ale habisin makannya ya? Daddy mau nyiapin keperluan Ale buat dirum

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD