Lamaran Dadakan

1138 Words

                       Anna sudah menyelesaikan sarapannya, sedari tadi ia terus mendiamkan Dipta. Dan pria tua itu, bukannya meminta maaf karena telah menipunya tapi malah senyum senyum seperti orang yang sudah hilang kewarasannya. Tanpa mengatakan apapun Anna meraih piring kotor, lalu membawanya ke Wastafel. "Ale sama Arsen mandi dulu ya?" "Okee Daddy," jawab riang Ale, sedangkan Arsen hanya mengangguk. Kedua bocah itu lalu segera berlarian ke lantai atas. Setelah dirasa aman, Dipta mendekati Anna, menepuk bahu mungil itu beberapa kali. Anna menggedikan bahunya "Anna," Hening. Anna tetap menyibukan diri dengan piring piring kotor dihadapannya. "Lucyanna," Anna tetap tak bergeming. Kesal karena diabaikan, Dipta segera menarik pinggang Anna, memutar tubuh Anna lalu memeluk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD