Bab Sembilan

2243 Words

Keluar dari toko perhiasan, aku tak langsung pulang melainkan masuk dulu ke sebuah restoran siap saji. Kupesan ayam goreng kesukaan, jus jeruk dan kentang goreng favorit. Aku makan dengan lahap karena sedari tadi belum ada satu pun makanan yang masuk ke dalam perut meski Mbak Yuni dan ibu sudah membeli aneka lauk pauk dan pesta makan di dapur dengan kedua cucu dan menantunya, Mas Bowo. Sementara karena sudah telat, pagi ini terpaksa Mas Alvin berangkat kerja tanpa sarapan lebih dulu. Entahlah, tumben-tumbenan Mas Bowo, suami Mbak Yuni pagi ini mau sarapan di rumah. Biasanya sih hanya menunggu kiriman makanan yang dibawa Mbak Yuni dari kediaman kami saja. Tapi pagi tadi, mungkin karena merasa sudah bebas lalu lalang bahkan memegang keuangan di rumah ini, Mbak Yuni juga membawa suaminya itu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD