"Kenapa, Buk?" tanyaku saat melihatnya tertegun memandangi gawai. "Astrid ... dia memblokir nomer Ibu," lirihnya dengan tatapan tak percaya. Aku terkejut mendengar ucapan Ibu, memijit pelipis yang tiba-tiba terasa tegang. Ada apa ini. Mengapa Astrid sekejam itu. "Mbak Astrid blokir nomer, Ibu?" seru Zeky dengan alis menaut. Ibu memandang kearahku dan Zeky bergantian dengan panik. "Ada masalah apa? Selama ini Mbak Astrid sangat baik sama Ibu, Ibu apain Mbak Astrid?" cecar Zeky dengan wajah frustasi. "Kalau caranya begini, bisa gagal beli motor baru," sungut Zeky dengan sinis. "Benar-benar kurang ajar! Mertua sendiri diblokir, masih untung kamu tidak menceraikan dia." rutuk Ibu tak terima. "Cerai. Siapa yang mau cerai?" Zeky menatapku, meminta penjelasan. Selain Ibu, tidak ada yang

