Pov Mas Ronald. Aku mengejrap pelan, tersentak saat melihat Sekar ada disamping tubuhku. Dia sedang duduk terisak, menatap nanar kearahku. "Kenapa? Apa yang terjadi?" Tanyaku sambil memulihkan ingatan. "M-as ... kita sudah melakukannya," ucapnya pelan disela isak tangis. "Bagaimana kalau aku sampai hamil," sambungnya sambil menundukkan wajah. Mataku menangkap pakaian yang berserak dilantai, aku meraba tubuh dengan panik, tak ada satupun pakaian yang melekat dibadan ini. Itu berarti aku dan Sekar? Ahh ... mengapa aku bisa seceroboh ini. Aku mencengkram rambut kepala, sangat menyesal sudah melakukan dosa besar yang dibalut dengan kenikmatan sesaat ini. "Mas ... akan bertanggung jawabkan?" Sekar menyentuh tanganku. "Eh ... i-iya," aku mengangguk lemah. "Janji ya, Mas ..." Sekar mengh

