bab 21 - Mengancam.

1303 Words

"Aku tidak peduli dengan masalah kalian ... yang aku tahu, Mbak harus menepati janji itu," sambung Zeky sambil memegangi tangan Astrid. Astrid menatap Zeky tak percaya, ada binar kesedihan yang terpancar dari matanya. "Mbak ... Mbak Astrid," Zeky terus memohon, sementara Astrid hanya diam menanggapinya. "Lepas ..." manik Astrid menyorot tangan Zeky yang memeganginya. Mata Zeky memerah, dengan pelan dia melepasnya. "Saya tidak pernah menjanjikan apapun untukmu, Zek." sanggah Astrid. "Loh ... Mas Ronald bilang, Mbak akan membeli motor untukku bulan depan. Ini sudah lebih dari sebulan, Mbak." Zeky memelas. "Mas mu yang menjanjikan bukan saya," tegas Astrid. "Saya bukan lagi Atm berjalan, yang bisa kapan saja kalian poroti." sambung Astrid dengan senyum miring menyebalkan. "Jadi selama

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD