Bab 32

1404 Words

Pukul 01.00 dini hari, Delika terbangun dari tidurnya. Ia terbangun karena ponselnya berdering berulang kali. Dengan mata yang masih terasa berat untuk terbuka, Delika pun menerima panggilan telepon yang entah dari siapa. Wanita itu meletakkan ponselnya di telinga sambil tetap memejamkan mata. "Halo," sapa Delika dengan suara seraknya. "Halo. Del, lo kemana aja sih? Dari tadi gue telponin nggak dijawab. Di chating nggak dibalas. Gue kan jadi khawatir sama lo." Ternyata, Satria yang menghubungi Delika. Delika yang mendengar suara Satria pun mendengus kesal. Ia memaksakan matanya untuk terbuka dan melihat ke arah jam dinding di kamarnya. "Ya ampun, Sat. Ini masih jam satu loh. Lo gangguin gue tidur." "Tumben jam segini udah tidur lo." "Ck! Gue tidurnya selalu cepat ya. Nggak kayak lo. B

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD