Bab 15

2192 Words

Setelah selesai mandi, Delika mengeringkan rambutnya yang basah sambil duduk di tepi kasur. Kemudian, ia mengambil ponselnya untuk menghubungi Alika, karena malam ini Delika akan menginap di panti asuhan. Ia menghubungi Alika agar Ibunya itu percaya padanya. "Halo, Nak." "Halo, Ma," balas Delika. "Kamu dimana, Nak? Kok belum pulang?" Delika sudah menduga pertanyaan itu. "Aku masih di panti, Ma. Tante Nayla mau aku nginap di sini. Lagian udah malem. Nggak apa-apa, kan, Ma?" "Oh, syukurlah. Nggak apa-apa, Nak. Mama kira kamu di tempat orang asing lagi kayak kemaren. Mama cuma khawatir aja." Delika terkekeh. Ia tahu, Alika memang selalu mengkhawatirkannya setiap kali ia pulang terlambat. Tapi, Alika tidak pernah marah sebelum Alika mendengarkan penjelasan dari Delika. Tidak seperti Deha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD