Zeline menatap hamparan pantai luas dan langit malam di balkon kamar hotel. Pikirannya tertuju pada kejadian beberapa jam yang lalu. Dendam, ya? Sesuatu yang sangat berbahaya, bisa menggerogoti hati dan pikiran. Karena dendam, Prita mempermainkan pernikahannya sendiri hingga menyakiti ketulusan Alvian yang sangat mencintainya. Setelah Prita pergi aura cerah Alvian pun meredup. Kasihan sekali. Zeline tiba-tiba terlonjak kaget ketika tangan kekar memeluknya dari belakang. Namun setelahnya, ia merasa sangat nyaman dalam pelukan itu. Tentu saja pelukan dari suaminya. "Kenapa masih di sini, belum mau tidur?" tanya Darren mengecup pundak Zeline. "Memikirkan kejadian tadi, kasihan Kak Alvian." "Nanti pasti dia dapat pengganti yang lebih baik," jawab Darren. Zeline mengangguk. "Katanya jod

