Luka 55 Extra part

1269 Words

LUKA “Jangan tertawa.” Aku melempar kesal gulungan tisu kecil ke arah Friska yang sedari tadi tertawa mendengar ceritaku. “Lucu banget sumpah,” ucap Friska di sela tawanya. “Dih.” Aku berdecih pelan, “Apanya yang lucu coba, sekarang kelakuannya sudah persis bayi besar.” Kembali Friska tergelak. Sahabatku itu tidak berhenti tertawa saat aku menceritakan kelakuan Mas Ryan sekarang. Hampir setiap malam selalu muncul ide-ide aneh dalam pikirannya, entah itu ingin makan ini atau itu. Pernah juga meminta kapur barus untuk dibau dan itu harus yang putih kecil. Pernah melarangku mandi karena suka bau keringatku. Bagiku itu semua aneh-aneh dan hal yang dulu dia tidak suka sekarang sebaliknya. “Daripada kamu yang mabuk sama ngidam, kan mending dia saja.” Friska beralasan. Iya benar juga sih, d

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD