Kupu-Kupu 17

1843 Words

“Ohh jadi gitu? Yaudah sana kamu kejar tuh cewek penghibur itu! kamu pikir aku gak tau siapa dia? Aku udah nyelidikin siapa cewek itu sebenarnya! Dan kayaknya kamu udah masuk dalam permainan dia. Dia pasti hanya mau harta kamu aja! Harta dari putra tunggal keluarga Permana!” Siska semakin menjadi dan membuat raut wajah Irwan menjadi sangat emosi. “Anak ini sudah bikin malu keluarga kita! Mencoreng nama baik keluarga kita!” suara Pak Permana tinggi dan jarinya menunjuk ke wajah Irwan. Sang bunda segera maju dan menghadang suaminya. Irwan kini berada di belakang bundanya. “Sudah yaa sudah.. sekarang kalian berdua ambil wudhu dulu biar tenang. Nanti kita bicarakan lagi bertiga. Sekarang tenangin diri kalian masing-masing. Hal yang percuma kalau kita bicara dengan kepala masih dipenuhi emosi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD