“Perkenalkan Pak, saya Lulu dan ini Pak Irwan atasan saya. Kami yang akan membicarakan tentang kelanjutan kerjasama perusahaan kita” sekretaris tersebut memperkenalkan dirinya dan juga Irwan. “Saya Ardi dan ini staff saya. Baik bisa kita mulai sekarang?” yang lainnya mengangguk menyetujui permintaan Ardi untuk memulai meeting di sore itu. “Enggak! Siapa dia?” jari telunjuk Ardi menunjuk ke arah Irwan yang duduk di dalam mobil. Irwan melihatnya dengan tatapan heran. “Jangan-jangan dia itu salah satu dari lelaki yang menjadi langganan kamu? Keysha yang aku kenal sekarang sudah semakin pintar memilih lelaki kaya raya. Ada berapa bos kaya raya lagi yang menjadi langganan kamu? Yang biasa membookingmu?” entah apa yang merasuki Ardi sehingga membuatnya berbicara tak karuan seperti itu. *

