Christa mengusap air matanya yang tak ada hentinya keluar. Ia merasa miris dengan dirinya sendiri. Hampir dua tahun setengah pernikahannya berjalan namun sampai saat ini ia belum juga bisa memberikan keturunan pada suaminya. Ia paham bahwa itu adalah kehendak Tuhan dan ia tak bisa memaksakan keinginannya untuk bisa terkabul sekalipun ia menangis darah, jika Tuhan bleum berkehendak. Keluarga Geo sering menuntut tentang hal ini, mereka bahkan hampir bosan mendengar jawaban Geo yang selalu menyelamatkan istrinya dari tuntutan mereka. Christa juga menyadari bahwa tetangga mertuanya selalu menggosipinya dan mempertanyakan tentang kesuburannya saat ia dan Geo berkunjung ke sana. Sekalipun Geo sering menyelamatkannya dari tuntutan Mamanya, tapi ia belum pernah mendengar kalimat penghiburan dar

