Christa menyandarkan kepalanya di bantal tempat tidur yang ia sandarkan di kepala ranjang. Tangannya mengusap kepala si kembar secara bergantian dengan fokus yang entah ke mana. Ia masih kebingungan untuk mempertimbangkan Adam atau Geo. Rasanya masih sangat sulit untuk memilih diantara keduanya dan ia takut kalau ternyata pilihannya salah. Belum lagi, ia juga akan merasa bersalah kepada salah satu pihak, entah itu Adam atau Geo. “Ma, kata Mamanya Arthur, Om Adam bakal jadi Papa kami. Kalau gitu nanti Papa bener-bener ke mana Ma?” Christa membulatkan matanya dan menatap kedua anaknya dengan kebimbangan, “Kalian suka main sama Om Adam?” “Suka. Om Adam suka beliin mainan sama makanan.” Jawab Vino. “Suka main sama Papa?” “Suka. Papa punya mainan keren.” kali ini Vano menjawab dengan antu

