Pagi-pagi sekali Christa bangun meskipun matanya terasa sangat berat karena menangis semalam. Perutnya yang lapar memaksanya untuk segera menyiapkan sarapan. Bagaimana tidak lapar jika semalam saja ia tidak makan sama sekali. Saat keluar dari kamar, ia terkejut melihat keberadaan Geo yang tidur bersandar di tembok. Ia memilih abai dan melanjutkan niatnya. “Ma.” Christa terkejut melihat Vano sudah bangun dan sedang menonton televisi. “Abang udah baikan?” tanyanya dan mendekat kepada Vano. Ia meletakkan punggung tangannya di kening dan leher Vano untuk mengecek suhu tubuh bocah itu. Begitu merasa normal, ia menghela nafas lega. “Mama tidur di mana? Tadi aku ke kamar tapi nggak ada Mama sama Papa. Papa mana?” “Lagi tidur. Abang mau Mama buatin makanan apa?” “Nasi goreng sosis. Vino man

