39

1741 Words

Lynne menarik napas dalam-dalam, lalu mengembuskannya perlahan. Ada rasa sesak sekaligus gelisah yang timbul, ketika melihat rumah dengan perkarangan hijau itu untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun. Rumah bercat hijau dengan tangga di bagian depan itu sudah menjadi saksi kehidupan Lynne, di saat ia baru sadar dari koma karena kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya. Menyedihkan memang jika diingat kembali, hanya ada sedikit kenangan indah di dalam sana karena setiap harinya, Lynne selalu berdoa kepada Tuhan agar melepaskan dirinya dan Judith dari neraka buatan manusia itu. Perilaku bibinya terhadap Lynne dan Judith kembali terngiang-ngiang. Wanita paruh baya itu sangat-sangat menirikan mereka berdua. Bukan hanya bibinya, tetapi paman dan kedua sepupunya juga begitu. Bagi a

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD