35

1391 Words

Lynne kembali ke rumah setelah Robert selesai memasak. Lelaki itu hendak keluar entah ke mana hingga ia tidak bisa menjenguk Margo. Mungkin, Robert punya janji dengan Stacy atau dengan keluarganya. Entahlah, Lynne tidak terlalu peduli. Lagi pula, Robert dan Margo memang tidak akur. "Ar, buka pintunya," ucap Lynne dengan suara serak. Ia mengetuk pintu kamar Margo, tetapi wanita itu masih diam saja. "Ar, aku tahu kau mendengarku," tukas Lynne lagi. "Kalau kau tidak mau buka, maka akan kudobrak." Hening. Masih tak ada jawaban dari Margo. Lynne meletakkan nampannya di meja, lalu ia kembali berdiri di depan kamar Margo. "Ar, aku serius. Aku akan mendobrak pintumu dalam hitungan ketiga." Masih hening. Lynne mendengkus pelan. Ia mundur beberapa langkah, mengambil ancang-ancang untuk berge

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD