23

1661 Words

"Dari sekian tempat, kau memilih taman bermain? Seriously?" Gabriel memandang Lynne tak percaya ketika mobil mahalnya sudah terparkir cantik di sebelah mobil-mobil lainnya. Jujur saja, Gabriel tak rela jika mobilnya berdekatan dengan mobil lain yang tak sekelas, tetapi karena ini adalah permintaan Lynne, ia tidak bisa apa-apa. Lynne tidak menjawab, pandangan matanya fokus ke depan. Jujur saja, Lynne tidak pernah menapakkan kakinya di sini, atau mungkin pernah, dulu saat orangtuanya masih ada. Ia pernah melihat foto mereka bersama-sama di tempat ini. Mungkin saat itu, kali terakhir keluarga Lynne bisa berkumpul bersama tanpa kekurangan.  Hari ini, ia memberanikan diri untuk mengajak Gabriel. Membuka lukanya yang sudah terbalut lama, tetapi masih belum mengering. "Ya. Aku pernah ke tempat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD