SELAMAT MEMBACA *** Ndoro Karso terbangun saat merasakan lengannya yang kebas. Ketika ditoleh ternyata kepala Sekar yang tengah menindihnya. Dengan tersenyum pelan, Ndoro Karso mengelus pelan kepala Sekar yang sejajar dengan perutnya. Lihat, tingkah istrinya itu saat tidur. Mungkin kalau di biarkan, lama-lama kepalanya akan sejajar dengan kaki sang Ndoro. Ndoro Karso langsung bangun padahal jam di dinding baru menunjukkan pukul empat pagi. Masih terlalu dini untuk memulai sebuah aktifitas sebenarnya. Ndoro Karso sedikit menarik Sekar, membetulkan tidurnya. Memperbaiki bantal dan selimutnya sebelum dia tinggalkan. Dipandangnya sebentar wajah ayu Sekar, Ndoro Karso kemudian lagi-lagi tersenyum. "Pak Warto, kulo tampi amanah e panjenengan." (Pak Warto, saya terima amanahmu) Gumam Ndoro

