Glen memutuskan pulang sore, dia sudah tiba di gedung apartemennya dan langsung menuju kamar Nesya, menekan bel berkali-kali belum ada respons setelah nomornya dari pagi tidak bisa dihubungi. "Kamu ke mana sih, Nes?" Glen cemas memikirkan perempuan yang sejak pagi tidak ada di unit-nya, sedangkan ponselnya dibiarkan mati. Glen berpikir Nesya terganggu dengan kata-katanya kemarin sewaktu di mobil. Jujur Glen tidak bisa tidur merasa gegabah, dia seharusnya menunggu kondisi hati Nesya membaik agar tidak menambah beban gadis itu. Diambilnya ponsel dari saku jas, mencoba menelepon Nesya kembali yang belum ada tanda-tanda diaktifkan. Glen mengembuskan napas panjang, dia berharap Nesya tidak akan menghindar, memberinya jarak sebelum ia berhasil menembus rasa bersalahnya di masa lalu. Mungk

