"Mas serius mau main ke rumah?" "Memang saya kelihatan bercanda, ya?" Nesya memberi ringisan, dia mencengkeram erat tali tas dengan gelisah. Bukan apa-apa, baru gagal menikah empat bulan sudah mengenalkan laki-laki yang sedang berada di tahap menuju serius. Memang Glen beberapa kali ke rumah, tetapi statusnya sebatas teman. Kalau sekarang entah apa. Nesya hanya cemas Glen tiba-tiba melamar. Kenapa takdir mengajak bercanda? Padahal Nesya sudah berhenti berharap Glen mau menganggapnya ada di muka bumi. Kepala Nesya pusing, bosan mendengar nyinyiran sana-sini seolah tidak menikah akan merugikan Negara, tetapi mencoba melangkah ke titik sejauh itu masih ragu. "Nes?" "Enggak juga sih, Mas." Keduanya berjalan menuju lift, bersisian sesekali menyapa orang yang dikenal satu lantai. "Pa

