Menanti Kepastian

1031 Words

"Kamu lembur lagi?" tanya Glen selagi Nesya memasuki mobilnya, setelah dia mengirim pesan sudah menunggu di depan. Nesya menaruh tas ke pangkuan, lalu menoleh ke laki-laki yang mengenakan jaket hitam dengan perasaan bersalah. "Iya, padahal Mas nggak perlu repot-repot ke sini. Harusnya bisa tidur saja di rumah." Glen tersenyum. "Tidak apa-apa, saya justru senang boleh menjemput kamu," ujarnya sebelum mengambil setangkai mawar dan memberikan pada perempuan di sisinya. "Buat kamu?" Nesya mengernyit. "Bunga lagi? Tadi pagi Mas udah kirim buket?" "Saya tidak tahu apa yang kamu suka, kalau saya kasih cokelat belum tentu kamu suka." Nesya menatap takjub seraya menghirup aroma wangi, bahkan Elvan belum pernah memperlakukan semanis ini. "Kenapa Mas baik banget, Mas begini juga sama Miranda."

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD