Chen Li merasa senang ketika Varizen menyetujui untuk tinggal ke mansion nya. Tak menunggu waktu, mereka bergegas menuju ke luar restoran setelah semua barang-barang gadis itu pack oleh Jordan. Varizen menatap restoran dari luar untuk di amati segala bentuknya. Semua kenangan yang terlintas di otaknya tergambar jelas. Dari kesehariannya melayani pelanggan dan juga bercengkrama dengan Dion dan Handika. Wajahnya terlihat sendu karena akan meninggalkan tempat itu. Padahal dia juga belum pamit dengan sang pemilik restoran. Jonathan langsung bersuara, “Kau bisa berkunjung nanti. Sekarang pindah saja dulu.” “Aku merasa tak enak,” kata Varizen sambil menunduk. Jonathan menggenggam tangannya. “Kita pergi sekarang, ayahmu sudah menunggu.” Mereka berdua menatap Chen Li yang masih bersandar

