“Papa Nosa kok ga pernah main kerumah? Mas kangen lho. Tempo hari Papa janji kan mau ngajak kita main tembak-tembakan?” Tanya salah satu dari mereka. Kaylila tidak mampu membedakan mereka bertiga. Mereka kembar identic. “Iya, papa masih repot. Nanti kalau sudah tidak repot pasti datang deh ngajakin kalian main tembak-tembakan.” Jawab Nosa dengan senyum manisnya. “Tante ini siapa, Papa? Pacar Papa, ya?” tiba-tiba salah satunya lagi nyeletuk, membuat Nosa berdehem menghilangkan keterkejutannya. “Oh Ya. Papa mau ngenalin Tante kaylila. Ayo, salaman dulu. Ada tamu tangan dianggurin.” Kata Nosa. Dengan patuhnya mereka bertiga berebutan menyalami Kaylila. Kemudian dari arah dalam tampak seorang wanita yang kira-kira seumuran Kaylila datang setengah berlari kearah kami. “Atma, Nata, Wa

