Tak lama Pak Wibisono membawa Gladis menuju ke ruangannya, tiba-tiba Della muncul dari balik pintu. “Kay. Are you alright?” Della bertanya. “Yup. Aku baik-baik saja.” kata Kaylila. Tapi sebenarnya tidak begitu dengan hati Kaylila. Jantungnya masih bergemuruh. Entah perasaan apa yang dimilikinya saat ini. Marah? Kenapa harus marah? Kecewa? Kenapa harus kecewa? Cemburu? Kenapa harus cemburu? Entahlah. Pertanyaan yang mana yang tepat untuknya. Della memasuki ruangannya dan duduk di kursi sofa di hadapan Kaylila. Dia menghembuskan nafas perlahan, namun terdengar di telinga Kaylila. “Masih terkejut, kah?” pertanyaan Della sungguh mengena, Kaylila menganggukkan kepalanya. “Bagaimana bisa dia masuk kesini langsung. Atau dia memang sengaja? Atau jangan-jangan penguntit itu suruhan dia?” Della

