Gladis

1657 Words

Terdengar suara ketukan di pintu kamar yang ditempati Kaylila. Si Mbok masuk dengan membawa tas pakaian dan obat-obatan. “Astaghfirullah, Mbak Kaylila apa yang terjadi.” Tiba-tiba si mbok berlari mendekati Kaylila, terkejut melihat keadaannya. Dipeluknya Kaylila sambil memegangi wajahnya. Kaylila hanya tersenyum melihat tingkah si mbok. “Saya tidak apa-apa, mbok. Jangan khawatir.” Kata Kaylila. “Siapa yang tidak khawatir kalau melihat wajah ayu mbak jadi begini. Mas Nosa tadi ga bilang apa-apa sama si mbok. Cuma nyuruh bawa pakaian dari Mbak Nicken dan obat-obatan saja. Sini mbok obtain luka-lukanya.” Kata si mbok lagi. “Tadi sudah diberikan obat sama Mas Nosa, mbok. Saya hanya mau berganti pakaian saja.” Kata Kaylila. “Oalah. Iya, ini baju dari mbak Nicken buat ganti.” Kata si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD