Alva terlihat beraut senang ketika masuk ke dalam ruang rawat Rachel. Liam pun yang juga heran dengan sahabatnya, hanya memandang bingung pada Alva. Sama seperti Rachel yang memandang aneh pada pria suram tersebut. "Ada kejadian yang menarik, kemarin?" Tanya Liam yang selesai memeriksa Rachel dan menemani suster memberikan sarapan. Alva hanya menggeleng. "Tidak. Memangnya kenapa?" Dari nada suaranya yang biasanya datar tanpa intonasi, sekarang memiliki nada dan intonasi walaupun yang ditanyakan Liam hanyalah sesuatu yang biasa. "Kau terlihat senang." Ucap Rachel sambil memakan buburnya. "Tidak," kata Alva dengan alis yang mengernyit heran. Alva kemudian beralih menatap Liam. "Bagaimana keadaannya?" Liam hanya mengangguk-angguk saja. "Bagus. Mungkin bisa pulang besok." "Hm ..." Balas

