Suara ketukan terdengar di pintu ruangan Liam. Alva yang sibuk dengan tabletnya pun ikut mengangkat kepala bersamaan dengan pintu yang terbuka. Nick membuka pintunya dari luar, dan terlihat heran ketika Alva berada di sana. "Kau di sini?" Tanya Nick, heran. Alva mengangguk santai. Wajahnya masih tanpa ekspresi. "Um." "Kau tidak bekerja?" "Aku bekerja," kata Alva sambil memperlihatkan tabletnya yang sedang menampilkan power point. Nick mengedip, ekspresinya makin heran. "Tapi ini sudah sore." "Lalu?" "Lalu kau di sini?" "Ya." "Seharian?" "Ya?" Ekspresi Nick malah makin heran dari sebelumnya. Tentu saja, Alva tidak mungkin mengabaikan pekerjaannya begitu saja. Alva terobsesi memiliki posisi tertinggi di perusahaan, maka dari itu dia jarang bolos kerja. Alva sangat terobsesi dengan

