Meri berjalan mondar-mandir di depan wastafel yang ada di dalam kamar mandi di kamar mereka. Gadis itu berulang kali menggigiti bibirnya hingga memerah karena rasa gugup yang sangat sulit untuk bisa dia deskripsikan dengan kata-kata. Malam ini tentu saja berbeda dengan malam kemarin, beruntung kemarin dia ketiduran sehingga dia bisa menghindari momen menegangkan seperti yang dia alami saat ini. Namun hal seperti itu rupanya tidak berlaku untuk yang kedua kalinya, karena saat ini dia tengah bingung harus berbuat apa. Sebagai seorang perawan ting-ting tentu saja perasaannya sangat deg-degan tak karuan. Ini adalah pengalaman pertama kalinya selama 22 tahun hidupnya. Menjadi istri orang tentu saja tidak semudah yang dibayangkan, apa lagi bagi dia yang masih belum siap dan belum mencintai soso

