Prolog

161 Words
"Ma, aku nggak mau dijodohin. Lagian habis ini aku lulus kuliah, aku bisa cari kerja tanpa harus nikah." "Nggak bisa Meri, habis ini kamu masih harus ngurusin skripsi dan biaya skripsi itu nggak sedikit, belum uang UKT dan sebagainya. Keuangan keluarga kita sedang terpuruk dan kamu gak punya keahlian buat kerja. Lantas kamu mau mengandalkan siapa?" Perkataan Mamanya sontak membuat Meri terdiam telak, semua yang dikatakan Mamanya memang benar. Ia tidak mungkin terus-terusan mengandalkan uang kuliah yang semakin menipis, sementara kondisi perekonomian keluarganya tengah berada dititik terendah saat ini. "Tapi apa nggak ada cara lain selain menikah Ma? Lagian aku nggak kenal sama Alvin itu Maa..." "Pilihan kamu cuma dua, lanjut kuliah sambil nikah atau kamu berhenti kuliah terus kerja pake ijazah SMA!" Telak, Meri tidak bisa berkata-kata lagi. Ia masih ingin melanjutkan kuliahnya yang hanya tinggal satu langkah lagi, ia tidak ingin usahanya selama 3 tahun di perkuliahan menjadi sia-sia saat ia harus berhenti sekolah karena masalah ekonomi. 'Apa aku harus menikah secepat ini?' To be Continued...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD