Dirumah aku selalu memikirkan kata kata sandi, bahkan juga saat berada di kantor.
Sebulan setelah sandi mengatakan itu, aku masih diam dan belum menjawab nya.
Triiingg...
Tiba tiba saja ada pesan masuk dari sandi.
"Dwi, nanti sepulang kerja mau tidak kita mampir dulu makan" isi pesan dari sandi, aku hanya menjawab iya saja.
Waktu pulang sudah tiba, aku gegas menuju tempat dimana aku biasanya menunggu sandi.
"Hai dwi."
"Hai san. Mau makan dimana kita?"
" Gimana kalau makan steak?"
"oke juga tuh"
langsung saja kami menuju retoran steakbyang kami mau. Sesapai nya disana kami memilih posisi duduk yang kami mau.
"Dwi, gimana jawaban dari kamu?
Aku terus menanti jawaban dari kamu" ucap sandi
"San, aku takut akan memulai hubungan lagi, terlebih dengan mu, teman ku."
"Aku janji dwi, aku tidak akan pernah menyakiti kamu"
Aku yang sebenarnya juga mau dengan sandi, hanya saja masih memerlukan waktu, segera saja aku mengatakan mau paanya.
"Akhirnya kami mau juga menjadi pacarku, semoga kita langgeng dan berjodoh dunia akhirat, amin" ucap nya yang terlihat sangat senang.
"Amin" ucapku
Setelah pesanan datang, kami langsung saja menyantap nya. Setelah selesai kami gegas pulang menuju rumah.
Sandi tidak ingin mampir dikarenakan hari sudah malam.
Di salam rumah, aku menjadi senyum senyum sendiri setelah jadian dengan sandi.
Kami banyak bertukar chat malam itu.