epilog 4

394 Words
Setelah lulus sekolah, aku dan ahmad sudah jarang berjumpa, mungkin hanya satu kali dalam seminggu. Hari ini aku di tawari kerjaan oleh saudara, dan ku terima tentunya. Saat sudah bekerja, aku menjadi lebis sibuk lagi. Sementara ahmad masih stay saja dirumah, belum tahu dia ingin melanjutkan untuk bekerja atau kuliah. Waktu itu ada acara konser artis di dekat rumah ku, ahmad tengah menonton dengan teman teman nya, namun aku tidak dia ajak. Namun tiidak berselang lama, aku juga pergi menonton konser tersebut dengan saudara ku. Saat sampai disana terlihat situasi yang sangat ramai, ku putuskan untuk melihat dari jauh saja. Tanpa ku sadari ternyata aku berjumpa dengan sepupu kuyang termasuk juga teman ahmad. "Hai dwi, kok tidak menonton dengan ahmad" sapa sepupu ku fadly namanya "Hai fad. Oh tidak, dia tidak mengajak ku, mungkin aku tidak penting" kataku pada fadly, dan dia hanya tertawa saja "Oh iya, ini kenalin dwi, ini tante nya ssih ahmad" ucap fadly Aku yang tidak tahu karena tidak pernah di kenal kan oleh ahmad langsung saja menyalami tante nya. "Aku pulang saja ya fad" ucapku "Oke" balas fadly Sesampai nya dirumah, dikarenakan sudah tengah malam, aku langsung saja bersih bersih dan tidur, saat sedang tidur tiba tiba saja ponsel ku bergetar, tanda bahwa ada pesan masuk. Ternyata pesan masuk dari ahmad. "Kita putus saja ya, aku tidak menyangka kalau kamu tega memaki aku di deoan tante ku sendiri, aku fikir kamu wanita yang baik" isi pesan tersebut yang berasal dari ahmad Apasih maksud ahmad, aku sama sekali tidak mengerti dia berbicara apa. "Maksud kamu apa ahmad? Aku tidak pernah memaki kamu di depan siapa pun" jawab ku "Tidak usah bohong, kalau kamu sudah ada yang lain katakan saja, tidak usah memaki ku di depan tante ku. Tadi tante ku sendiri yang bilang" "Aku tidak pernah memaki kamu depan siapa pun termasuk depan tante kamu. Kalau ini masih soal yang tadi aku ketemu tante mu, kamu boleh tanyakan saja kepada fadly, karena dia tadi juga ada di situ bersama ku, bahkan dia yang mengenalkan aku dengan tante mu" ucapku Walau perih, ku biarkan saja pesan dari ahmad yang masuk berikut nya, ku paksakan saja diri ini untuk tidur. Aku sudah mengalah untuk mengerti dia yang ingin bersenang senang dengan teman nya, malah aku pula di fitnah seperti ini. gimana hubungan bisa baik kalau satu saudara saja sudah tidak menyukai aku.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD