"Udahan nangisnya Sayang.. " aku memeluknya dengan erat, pasti kemarin dia sangat khawatir sama aku. "Mas benar-benar minta maaf sayang.. !" Dia masih terisak-isak di dalam pelukan ku. "Mas bukannya tanpa alasan mengabaikan mu, Mas nggak akan seperti ini lagi. " Aku mengurai pelukan dan menghapus air mata di pipinya aku merasa iba melihat dia menangis bagaimana aku bisa jauh darinya nggak lihat dia sehari aja rasanya bikin aku sakit kepala, rindunya sungguh sangat memuncak. Makanya tadi aku menciumnya secara brutal rasanya nggak puas dengan bibirnya, aroma tubuhnya Anin bikin aku Candu aku juga suka mengendus-endus lehernya dan aku kadang lost control di bagian sana, ini sport favorit aku gimana dengan yang lain nanti. Tapi aku tidak akan mengecewakannya aku akan melakukannya setelah ka

