Setelah bicara dengan mamanya tadi Anin setuju pulang dengan ku. Aku tidak menyangka ternyata mamanya mengizinkan aku mengantar Anin. Dia terlihat kesal orang yang ia hubungi tidak mengangkat teleponnya tersebut udah pasti dia menelepon Pacarnya Ah membuat aku jadi pengen nonjok orang aja. Tapi syukurlah dia tidak mengangkat telepon dari Anin aku bisa pulang bersama Anin. "An, kamu beres-beres aja dulu aku tunggu kamu di sini." "Hm," Mata ku tidak lepas dari pandangannya Anin terlihat beres-beres barangnya aku melihat dia mondar-mandir sungguh beruntung aku hari ini bisa puas melihat wajahnya. "An sebelum kita pulang Aku boleh numpang sholat dulu nggak?" "Boleh, kakak sholat aja dulu habis itu aku lagi yang sholat." "Kita sholat bareng aja yuk, biar lebih cepat." "Nggak, sajadahn

