Anin sudah berhasil bebas dari pelukan kekasihnya itu dia benar-benar pelan turun dari kasur dia tidak ingin menganggu tidur nyenyak kak Adit. Anin memperbaiki b*a nya yang sudah berhasil di buka Kak Adit tadi kemudian dia mengancing kemejanya satu persatu yang sudah dilepaskan juga sama kak Adit. Sebelum Anin keluar dari kamar ini Anin mengecup bibir kekasihnya ini, sejak kapan sih bibir ini bisa manis dulu aja mulut ini sungguh sangat pedes omongannya. Anin tersenyum dan keluar dari kamar ini. Kini Anin memilih menikmati Penthouse sambil menikmati suasana di balkon sambil menunggu sunset nanti. Dua jam kemudian Adit sudah bangun dari tidurnya, dia meraba-raba disebelahnya dia tidak menemukan kekasihnya, tentu saja Adit panik takut kekasihnya pergi meninggalkan dia sendirian disini.

