Anin Mengedarkan pandangannya sekeliling Villa ini, Sungguh sangat asri sekali pantas saja kak Adit memilih Villa ini mungkin untuk menenangkan pikiran dari hiruk pikuk aktifitasnya di Jakarta. Anin sudah keluar dari kamar Amanda dan Alya. Mereka berdua memilih untuk tidur di kamar yang sama. Anin memberikan teman-temannya untuk istirahat sejenak. Nanti malam kami akan Camping ala-ala kami, semoga aja kak Adit setuju dengan ide aku ini. Kini Anin sudah berada di depan pintu kamar kak Adit. Dia mengigit kukunya karena grogi setelah apa yang dia ketahui tentang kak Adit dari Fiona, Dia benar-benar tidak menyangka sudah mengabaikan laki-laki yang juga mempunyai tempat istimewa di hatinya tersebut. Anin sudah berdiri selama lima menit di depan pintu kamar kak Adit, dia jadi ragu-ragu untuk

