Sepertinya Anin sudah kembali tenang kembali, tadi dia sempat meringis kesakitan di perutnya aku mencoba mengusap lembut perutnya akhirnya dia bisa tenang kembali. Infusnya juga sudah aku cabut sejak subuh tadi dokter juga sudah menjelaskan bagaimana caranya. Aku meninggalkan kamarnya, kini dia sudah kembali tidur nyenyak lagi. kalau aku masih disini bisa-bisa dia akan mengamuk nanti. Apalagi dia tahu kami sudah satu kasur walaupun itu cuma pelukan dari belakang Tentu saja membuat dia marah dia akan menuduh aku memanfaatkan keadaan dengan kondisinya. Aku nggak pengen Anin berpikir seperti itu, bisa-bisa rencana aku jadi batal untuk berjuang merebut hatinya lagi. Aku meregangkan otot ku rasanya remuk semua tulang-tulang ku. Biasanya perjalanan jauh selalu di antar, ini baru kali ini aku

